Kajian Kriminologi dan Viktimologi Terhadap Kasus Bullying di Lingkungan Sekolah Berasrama
DOI:
https://doi.org/10.70193/cendekia.v4i4.326Keywords:
Kriminologi, Cyberbullying; Kriminologi; Remaja; Media Sosial; Kejahatan SiberAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena bullying di lingkungan sekolah berasrama melalui perspektif kriminologi dan viktimologi dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research). Fenomena bullying di sekolah berasrama merupakan masalah serius yang semakin meningkat, sebagaimana tercermin dari berbagai kasus ekstrem yang mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Sekolah berasrama memiliki kerentanan khusus karena interaksi 24 jam sehari menciptakan dinamika sosial intensif dan hierarki kaku yang berpotensi memunculkan perilaku perundungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif kriminologi, bullying terjadi akibat lemahnya ikatan sosial siswa dengan nilai-nilai konvensional (teori kontrol sosial Hirschi) serta proses pembelajaran perilaku agresif melalui interaksi dengan kelompok teman sebaya (teori asosiasi diferensial Sutherland). Faktor penyebab meliputi faktor individual, lingkungan, dan institusional, dengan hirarki senioritas sebagai faktor dominan. Dari perspektif viktimologi, korban mengalami kondisi the blocked victim tanpa jalan keluar aman, yang mengakibatkan dampak serius seperti cedera fisik, gangguan kesehatan mental, isolasi sosial, hingga perilaku menyakiti diri sendiri. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan anti-bullying yang jelas, pelatihan tenaga pendidik, pengawasan aktif, mekanisme pelaporan aman, serta pendekatan keadilan restoratif sebagai alternatif penanganan yang lebih konstruktif
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












